Kau bungkam seribu bahasa
Kau diamkan ku tanpa alasan
Sungguh perih hati ini
Sungguh remuk jantung ini
Lara hati yang ku rasa
Saat kau mengabaikan ku
Lara hati yang ku rasa
Saat kau tak pedulikan ku
Lara hati yang berkecamuk
Tak bisa ku pendam lagi
Apa salahku
Mengapa kau begini
Diam bukanlah caramu
Kau bukanlah yang dulu
Kau tlah berubah
Tanpa sebab, tanpa alasan
Bicaralah padaku
Katakan apa yang kau mau
Lara hatiku tak mampu
Memendam rasa sakit itu
Bicaralah sayang
Ucapkan aku cinta padamu
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Januari 2013
Rabu, 16 Januari 2013
Alunan Cinta
Kau datang dan hatiku berdegup sangat kencang
Mengalunkan nada-nada cinta
Kau mengetuk hatiku
Membalut luka lamaku
Alunan cintamu
Membuatku melayang
Kau mencuri hatiku
Hati yang tersakiti
Hati yang tlah terkubur
Kau hadir dengan cintamu
Cinta yang mengalunkan ketulusan
Mengalunkan kebahagian
Nada-nada cintamu tlah merasuk dalam hatiku
Kaulah pujangga yang ku nanti
Dengan alunan cintamu
Simponi Cinta
Nada-nada cinta menggema di telingaku
Lantunan syair yang bermakna
Meluluhan dinginnya hati
Melunakkan kerasnya hati
Menggetarkan rasa ini
Melodi cintamu
Mengalun dalam pikiranku
Mengalir dalam darahku
Mengisi kehampaan hati
Senandung cinta yang kau beri
Mewarnai hariku
Menggelorakan jiwaku
Menepis kesepian hatiku
Kaulah nadaku
Melodiku
Senandung dalam hatiku
Kau simponi cintaku
Memendam Rasa
Rasa ini sungguh menyiksa
Rasa ini sungguh menyakitkan
Membunuhku perlahan
Tlah ku pendam kian lama
Tlah ku simpan d relung hati terdalam
Makin lama hatiku makin sesak
Rasa ini memaksa tuk mengungkapnya
Rasa ini tak mampu hanya terpendam
Tanpa seorang pun tahu
Rasa ini memberontak
Memandangmu dari kejauhan
Melukis wajahmu di hati ini
Kau menguras semua rasa di hati
Kali ini tak mampu ku menahannya
Memendam dalam hati
Kau harus tahu
Aku begitu mencintaimu
Aku Terlalu Takut
Menatap wajahmu
Jantungku berdegup kencang
Menyentuh tanganmu
Tubuhku bak melayang
Bahagia menyelimuti hatiku
Ku ingin selalu bersamamu
Menghabiskan waktu berdua denganmu
Menjalani sisa hidupku denganmu
Lewati setiap detikku bersamamu
Namun
Aku takut
Rasa takut itu terkadang menyerangku
Menyerang hingga relung kalbu
Hingga sesak dadaku
Membayangkannya pun ku tak mampu
Aku terlalu takut
Takut kehilanganmu
Takut kau kan pergi meninggalkan ku
Lenyap dari pandanganku
Sungguh ku takut
Aku terlalu takut
Rabu, 09 Januari 2013
Jengah
Lelah hatiku
Memikirkan mu yang tak memikirkan ku
Menanti hadirmu yang tak kunjung datang
Lelah langkahku
Menghampiri mu yang menjauh dari ku
Mengejar mu yang menghindar dari ku
Jengah aku dengan mu
Jengah aku dengan sikapmu
Jengah aku dengan semua tentang mu
Tak sanggup ku bertahan
Tak sanggup ku menahan
Menahan sakitnya terabaikan
Menahan sakitnya penantian
Sungguh ku jengah
Memikirkan mu yang tak memikirkan ku
Menanti hadirmu yang tak kunjung datang
Lelah langkahku
Menghampiri mu yang menjauh dari ku
Mengejar mu yang menghindar dari ku
Jengah aku dengan mu
Jengah aku dengan sikapmu
Jengah aku dengan semua tentang mu
Tak sanggup ku bertahan
Tak sanggup ku menahan
Menahan sakitnya terabaikan
Menahan sakitnya penantian
Sungguh ku jengah
Minggu, 06 Januari 2013
Penghujung Tahun
Jalan sesak bak lautan manusia
Hening malam menjadi hiruk piku
Pesta pora kawula muda
Gegap gempita setiap sudut kota
Langit memancarkan kilauan
Bukan bintang tapi kembang api
menjadi primadona malam ini
Seketika ku terenyuh
Memandangi kerumunan manusia
Apa yang mereka rayakan
Apa yang mereka pikirkan
Mereka harusnya bersedih
Mereka harusnya menata
Resolusi di tahun depan
Apa daya..
Itulah manusia
Merayakan pesta yang extravaganza
Hening malam menjadi hiruk piku
Pesta pora kawula muda
Gegap gempita setiap sudut kota
Langit memancarkan kilauan
Bukan bintang tapi kembang api
menjadi primadona malam ini
Seketika ku terenyuh
Memandangi kerumunan manusia
Apa yang mereka rayakan
Apa yang mereka pikirkan
Mereka harusnya bersedih
Mereka harusnya menata
Resolusi di tahun depan
Apa daya..
Itulah manusia
Merayakan pesta yang extravaganza
Jumat, 04 Januari 2013
Keangkuhan Diri
Ku palingkan pandangan dari mu
Ku alihkan pikiran tentangmu
Ku acuhkan perhatianmu
Ku abaikan kehadiranmu
Kau hanya pujangga
Yang bermodalkan cinta
Kau hanya ksatria
Yang tak punya apa-apa
Kau tak ubahnyapengembara
Yang berkelana tanpa arah tujuan
Jangan tampakkan wajahmu di hadapanku
Karena kau tak layak bagiku
Langganan:
Postingan (Atom)